Apa itu COVID-19 dan OMICRON ?

6:26:00 PM Add Comment
Omicron
Omicron 

Salah satu penelitian mengenai obat COVID-19 menunjukkan hasil menggembirakan. Glenmark Pharmaceuticals, perusahaan farmasi global yang menggandeng Sanotize Research & Development Corp, mengumumkan kabar gembira dari uji klinis fase 3 Nitric Oxide Nasal Spray (NONS) atau yang dikenal di Indonesia dengan nama Enovid Nose Sanitizer. Seperti dilansir dari Antara Kamis 10 Februari 2022, hasil baik ini berdasar pengujian Enovid Nose Sanitizer yang dilakukan pada pasien dewasa COVID-19 di 20 lokasi di India. Fase ke-3 ini mengevaluasi kemanjuran dan keamanan Enovid Nose Sanitizer dibandingkan semprotan hidung saline pada pasien dewasa.

Percobaan juga menganalisis pasien dengan risiko peningkatan gejala- pasien yang tidak divaksinasi, pasien dalam kelompok usia menengah dan lebih tua, dan pasien dengan penyakit penyerta atau komorbid. Enovid Nose Sanitizer yang di India diberi nama Fabispray, ternyata menghasilkan "fresh nitric oxide" saat disemprotkan ke hidung, dirancang untuk membunuh virus COVID-19 di saluran pernapasan atas. Nitric Oxide Nasal Spray (NONS) ketika disemprotkan di atas mukosa hidung bertindak sebagai penghalang dan pembunuh virus, pencegah inkubasi dan penyebaran virus ke paru-paru.

Hasilnya, jangka waktu penyembuhan COVID-19 untuk pasien yang diberikan Enovid rata-rata adalah empat hari dibandingkan dengan 8 hari pada kelompok plasebo (tidak diberikan Enovid). Penggunaan Enovid aman dan ditoleransi dengan baik oleh pasien. Tidak ada pasien yang mengalami efek samping sedang, berat, serius atau kematian dalam penelitian ini. Dr. Monika Tandon, Wakil Presiden Senior & Kepala - Pengembangan Klinis, Glenmark Pharmaceuticals Ltd., dalam siaran pers pada Kamis mengatakan bahwa hasil dari uji coba Fase 3 ini sangat memberi dampak yang bagus. "Demonstrasi pengurangan viral load memiliki dampak yang sangat membantu. Dalam skenario ini, dengan varian baru yang muncul menunjukkan transmisibilitas tinggi, Enovid memberikan opsi yang berguna dalam perjuangan India melawan COVID-19," katanya. 

Sementara itu, Dr. Gilly Regev selaku Co-Founder dan CEO Sanotize mengatakan hasil uji klinis selanjutnya memperkuat kemanjuran produk seperti yang ditunjukkan oleh uji coba Fase 2 di Inggris - dengan mitra globalnya, Glenmark, untuk melawan COVID-19.

 

Varian Baru Covid-19  (OMICRON)

Ahli virus dari Universitas Udhayana, Prof I Gusti Ngurah Kadek Mahardika mengatakan sejauh ini belum ada data klinis yang menunjukkan varian baru ini membuat gejala berat pada pasien. Bagaimanapun, kemungkinan varian baru "lebih ganas dan kurang ganas" terhadap tubuh manusia. "Potensinya dua, yaitu lebih ganas dan kurang ganas. Jadi perubahan itu selalu dua arah, tak pernah satu arah," kata Prof I Gusti Ngurah Kadek Mahardika. Untuk mengetahui hal tersebut diperlukan data lebih lanjut seperti uji tantang pada hewan coba, termasuk "data klinis dari pasien, baru kita bisa berasosiasi dengan patologi dan gejala klinis, dan juga keganasan virus". Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan sejauh ini dampak dari varian baru Covid-19 ini belum terkonfirmasi.

Kemenkes mencatat sembilan negara terkonfirmasi varian Omicron dengan 128 kasus. Di antaranya sebagian negara bagian Afrika Selatan, Hongkong, Inggris, Italia, dan Belgia. "Jadi total 13 negara. Sembilan pasti ada. Empat masih kemungkinan ada," kata Menkes Budi. Untuk negara-negara yang sudah terkonfirmasi ada, yang paling banyak penerbangan ke Indonesia adalah "Hongkong, Italia, Inggris, baru Afrika Selatan." "Untuk negara-negara yang kemungkinan ada, paling besar dari Belanda, Jerman," kata Menkes Budi.

Sumber : Tempo & BBC






Bahaya Sindrom Burnout dan Cara Mengatasinya

1:58:00 PM Add Comment

 Burnout merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan kondisi stres berat yang dipicu oleh pekerjaan. Burnout tidak boleh dibiarkan berlarut-larut dan perlu diatasi dengan tepat karena dapat memengaruhi kesehatan fisik dan mental. Siapa saja bisa mengalami burnout. Namun, kondisi ini lebih banyak terjadi pada orang yang sering memaksa diri untuk terus bekerja, kurang mendapatkan apresiasi pekerjaan dari atasan, memiliki beban kerja yang berat, atau memiliki pekerjaan yang monoton.

 Burnout dipicu oleh stres berat di tempat kerja yang tidak teratasi sehingga membuat penderitanya kehilangan semangat bekerja, bahkan kehilangan minat untuk berinteraksi dengan lingkungan sosialnya.


A.    Ciri-Ciri Burnout

Setiap orang tentu pernah merasa kelelahan dan stres dalam bekerja. Akan tetapi, seorang yang mengalami burnout cenderung akan merasakan atau menampakkan ciri-ciri berikut ini:

1)      Hilangnya semangat bekerja dan kelelahanSalah satu ciri burnout adalah hilangnya           semangat bekerja dan minat terhadap pekerjaan yang sedang dikerjakan. Tetap bekerja   tanpa adanya semangat dapat menguras banyak energi sehingga memicu kelelahan.

2)      Benci dengan pekerjaan yang digeluti Burnout bisa menyebabkan stres dan frustrasi saat      bekerja. Ini membuat seseorang menjadi sulit berkonsentrasi, merasa tidak kompetenterbebani, dan akhirnya membenci pekerjaan yang sedang ia geluti.

3)      Performa kerja menurunBurnout juga bisa menyebabkan performa kerja menurun. Hal ini dipicu oleh hilangnya minat terhadap pekerjaan yang sedang digeluti, sehingga hasil yang didapat menjadi kurang memuaskan.

4)      Mudah marah Orang yang sedang merasakan burnout cenderung akan mudah untuk marah, apalagi jika semuanya tidak berjalan sesuai dengan ekspektasi. Ditambah lagi, performa kerja yang menurun dapat menyebabkan pekerjaan terus menumpuk. Hal ini dapat memicu stres dan emosi yang membuat penderita burnout jadi lebih sensitif.

5)      Menarik diri dari lingkungan social Stres dan frustrasi akan pekerjaan membuat penderita burnout bersikap sinis terhadap orang-orang yang bekerja dengan mereka. Pekerjaan yang digelutinya dianggap sebagai beban hidup sehingga membuat mereka enggan atau berhenti bersosialisasi dengan rekan kerja, teman, maupun anggota keluarga yang terlibat dalam pekerjaan tersebut.

6)      Mudah sakit Burnout yang terjadi secara berkepanjangan atau tidak diatasi dengan baik dapat membuat imunitas tubuh menurun. Kondisi ini dapat membuat seseorang rentan terkena flu, pilek, sakit kepala, dan sakit perut. Selain itu, risiko untuk alami gangguan tidur, gangguan kecemasan, dan depresi dapat meningkat.

 

B.     Cara Mengatasi Burnout

Burnout yang tidak teratasi dengan baik dapat berdampak buruk terhadap kesehatan fisik dan mental. Oleh karena itu, jika gejala atau ciri-ciri burnout muncul, Anda disarankan untuk mengatasinya dengan langkah-langkah berikut ini:

1)      Buat prioritas Buatlah prioritas pekerjaan dari yang penting ke yang kurang penting. Dengan begitu, Anda tahu mana yang perlu dikerjakan terlebih dahulu, sehingga energi yang terkuras tidak terlalu banyak.

2)      Bicarakan dengan atasan Komunikasikan dengan atasan mengenai kerisauan yang Anda rasakan. Saat Anda diberikan pekerjaan yang terlalu banyak, ungkapkan bahwa pekerjaan tersebut membuat Anda terbebani dan membutuhkan bantuan orang lain untuk menyelesaikannya. Jika atasan Anda yang menjadi pemicu burnout di tempat kerja, coba ajak bicara bagian departemen sumber daya manusia (HRD) mengenai hal tersebut. Mereka mungkin akan mencarikan solusi yang tepat, misalnya memindahkan Anda ke tim yang lain.

3)      Kurangi ekspektasi dan berikan apresiasi terhadap diri sendiri Atur pola pikir dan bersikaplah realistis, sehingga Anda dapat menurunkan ekspektasi terhadap pekerjaan yang tengah dikerjakan. Dengan begitu, kecemasan dan stres di tempat kerja dapat berkurang. Selain itu, jangan lupa untuk memberi apresiasi terhadap diri sendiri terhadap prestasi yang pernah dicapai.

4)      Ceritakan kepada orang yang dapat dipercaya Coba ceritakan apa yang Anda rasakan kepada orang-orang terdekat yang dapat Anda percaya. Meski tidak selalu mendapatkan solusi, cara ini dapat membantu melepaskan emosi negatif dan mengurangi stres pekerjaan.

5)      Jaga keseimbangan hidup Jaga keseimbangan hidup dengan baik. Anda juga perlu untuk bersantai dan melupakan pekerjaan sejenak dengan pergi bersama teman atau melakukan hal yang disukai seusai jam kerja berakhir. Ini dapat membuat pikiran kembali jernih dan Anda siap untuk bekerja kembali keesokan harinya. Jika memungkinkan, ambil cuti dan pergilah berlibur, karena ini juga dapat membuat pikiran Anda kembali jernih, semangat, dan termotivasi kembali.

6)      Ubah gaya hidup Terapkan gaya hidup sehat dengan cara mengonsumsi makanan sehat, rutin berolahraga, dan tidur yang cukup. Hal-hal ini dapat mendukung tubuh yang sehat dan pikiran yang lebih mudah fokus, sehingga menurunkan risiko terjadinya burnout.

Burnout dalam pekerjaan tidak hanya berpengaruh pada hasil kerja Anda, tapi juga dapat meregangkan hubungan dengan orang-orang di sekitar Anda dan menurunkan kesehatan Anda. Oleh karena itu, apabila ciri-ciri burnout muncul, segera atasi dengan cara-cara di atas. Jika cara tersebut telah diterapkan tapi Anda masih tetap mengalami burnout, coba berkonsultasi kepada psikolog untuk mendapatkan penanganan yang tepat atau mungkin pertimbangkan peluang kerja di perusahaan lain.

 

Sudah Lanjut Umur Butuh Gizi Ini

9:07:00 PM Add Comment

Mapiha
Ilustrasi 

        Karbohidrat adalah sumber energi yang utama (contohnya beras, jagung, kentang, singkong dll). Protein sebagai dasar pembentukan struktur tubuh, pertumbuhan dan perbaikan jaringan (contohnya : ikan, daging sapi, ayam, telur, udang dll). Lemak mempertahankan fungsi tubuh dan membantu penyerapan vitamin A, D, E, K (contohnya minyak, margarine, mentega). Vitamin dan mineral merupakan kebutuhan untuk pertahanan tubuh dari penyakit (contohnya : buah-buahan dan sayur-sayuran). Cairan, kebutuhan cairan pada lansia perlu diseimbangkan adar tidak terjadi penumpukan cairan dalam tubuh maupun kekurangan cairan (dehidrasi), (contohnya air putih, teh manis, susu, sup, kuah sayur dll).  

 Faktor yang mempengaruhi kebutuhan nutrisi pada lansia seperti berkurangnya kemampuan mencerna makanan akibat kerusakan gigi atau ompong. Berkurangnya indera pengecapan mengakibatkan penurunan terhadap cita rasa manis, asin, asam, dan pahit. Esophagus/kerongkongan mengalami pelebaran. Rasa lapar menurun, asam lambung menurun. Gerakan usus atau gerak peristaltic lemah dan biasanya menimbulkan konstipasi. Penyerapan makanan di usus menurun.

 Batasi makanan dengan kadar gula yang tinggi untuk lansia. Mengkonsumsi makanan yang bervariasi sesuai dengan kondisi dan kebutuhan. Meningkatkan frekuensi makan dalam sehari dengan kudapan (makanan snack/selingan) di antara makan porsi besar (3 kali makan pokok + 3 x makanan selingan). Mengkonsumsi makanan yang berprotein tinggi seperti ikan, putih telur, kacang-kacangan dan susu.

 Mendesain menu sesuai dengan keinginginan atau mengubah tekstur makanan menjadi lebih lembut sesuai dengan kemampuan mengunyah dan menelan. Memberikan suasana yang menyenangkan saat makan seperti makan bersama keluarga. Sebaiknya olah makanan dengan cara dikukus, direbus, atau dipanggang. Mengurangi makanan yang digoreng. Batasi makanan yang manis atau mengandung kadar gula tinggi. Batasi makanan yang terlalu pedas dan terlalu asin. Cukup konsumsi air putih dalam sehari

*) Oleh : Dr. Engga Demartha

EPIDEMIOLOGI PENYAKIT JANTUNG KORONER

3:48:00 PM Add Comment


Ilustrasi jantung koroner


Penyakit ini merupakan penyebab nomor satu dari serangan jantung dimana pada beberapa orang dapat menyebabkan kematian, penyempitan pada pembuluh darah koroner membuat darah tidak dapat diantar menuju otot jantung dengan semestinya. Arteri yang sempit, karena timbunan plak yang mengeras akan membuat suplai oksigen ke jantung terhambat, akibatnya jantung mengalami kontraksi mendadak yang memicu serangan jantung.




Terdapat beberapa jenis penyakit jantung bawaan, di antaranya adalah:

v  Stenosis katup aorta.

v  Stenosis katup pulmoner.

v  Anomali Ebstein (AE).

v  Transposisi arteri besar (TAB).

v  Koartktasio aorta.

v  Patent ductus arteriosus (PDA).

v  Truncus arteriosus.

v  Defek atau kecacatan pada septum.

v  Tetralogy of Fallot (ToF). 



Makalah Hidroponik

3:02:00 PM Add Comment

        

Biologi Mapiha
Hydroponik stroberry di samping rumah 


        Bercocok tanam merupakan kegiatan yang sejak dahulu telah dilakukan oleh nenek moyang kita. Kegiatan bercocok tanam lebih terkhusus pada sektor pertanian yang dapat menunjang kebutuhan ekonomi masyarakat/petani. Petani telah terbiasa melakukan sistem konvensional dalam bertani, yaitu dengan mengolahan lahan terlebih dahulu, kemudian menunggu hujan turun adalah waktu yang tepat untuk menanam. Tentu saja ini bukan lah kegiatan yang efektif jika dibandingkan antara zaman dahulu dan zaman modern seperti saat ini.


KINI PENYAKIT BAWAAN GENETIK BISA DIOBATI

5:44:00 PM Add Comment

 

Karikatur Untaian DNA 

Penemuan CRISPR/Cas 9 dinobatkan sebagai pemenang Hadiah Nobel Kimia 2020. Teknologi ini memungkinkan manusia untuk mengganti dan memodifikasi gen yang tidak diinginkan. Melalui CRISPR/Cas 9, peluang untuk menyembuhkan penyakit-penyakit genetik yang sebelumnya dianggap tidak bisa diobati telah terbuka.

 

Berikut adalah tujuh di antaranya, seperti dilansir dari Labiotech.eu:


1.                   Kanker

 Salah satu potensi yang paling diharapkan dari penggunaan CRISPR adalah untuk menyembuhkan kanker. Potensi ini sedang dieksplorasi di Hangzhou Cancer Hospital, China dan telah dicobakan pada 86 pasien. Baca juga: Menang Nobel Kimia 2020, Apa Itu CRISPR Gunting Kode Kehidupan? Para peneliti China memodifikasi sel imun T pada pasien untuk membuang gen yang mengkode protein PD-1. Untuk diketahui, ada beberapa jenis tumor yang bisa mengikat protein PD-1 pada permukaan sel imun dan mematikan kemampuan sel imun untuk melawan. Selain China, University of Pennsylvania di Amerika Serikat juga sedang melakukan uji klinis terhadap potensi CRISPR untuk menyembuhkan kanker. Para peneliti memodifikasi sel imunitas dari pasien untuk bisa mengenali dan membunuh sel kanker. Hasil temuan awal dari penelitian di China dan Amerika Serikat mengungkapkan bahwa terapi ini aman digunakan pada pasien kanker.

 

2.                   Kelainan darah

 CRISPR juga berpotensi menangani kelainan darah, seperti beta-thalasemia dan penyakit sel sabit yang menganggu kemampuan darah untuk memindahkan oksigen. Sebuah terapi yang dikembangkan oleh CRISPR Therapeutics dan Vertex Pharmaceuticals memanen sel punca sumsum tulang pasien dan memodifikasinya untuk memproduksi hemoglobin F atau hemoglobin fetal, protein pengangkut oksigen dengan kemampuan mengikat oksigen yang lebih superior. Baca juga: Level Baru Teknologi Rekayasa Genetika Setelah Era CRISPR CAS-9

 

3.    Kebutaan genetis

Kebanyakan kebutaan yang bisa diturunkan. disebabkan oleh mutasi spesifik pada gen. Hal ini membuat kebutaan genetis menjadi target yang baik untuk CRISPR/Cas 9. Editas Medicine sedang berupaya mengembangkan terapi CRISPR untuk menangani Leber congenital amaurosis, penyebab paling umum dari kebutaan bawaan pada anak-anak. Mereka menarget mutasi yang paling umum di balik penyakit ini untuk mengembalikan sel sensitif cahaya sebelum penderitanya menjadi buta total.

 

4.                   AIDS

Ada beberapa cara CRISPR dapat digunakan untuk melawan AIDS. Salah satunya adalah memotong DNA virus HIV dari persembunyiannya di dalam DNA sel imun dan membunuhnya dalam keadaan tidak aktif (dorman). Cara lainnya adalah dengan membuat manusia menjadi kebal HIV. Dalam sebuah kasus yang sangat kontroversial di China pada 2018, biofisikawan He Jiankui memodifikasi embrio manusia untuk mengalami mutasi gen yang disebut CCR5. Mutasi ini mengubah struktur protein pada sel imun yang digunakan oleh HIV untuk masuk, sehingga tidak bisa lagi diikat oleh HIV. Baca juga: Pelajaran Penting dari Gagalnya Modifikasi Gen Bayi di China

 

5.                   Fibrosis sistik

Fibrosis sistik adalah sebuah penyakit genetik yang menyebabkan gangguan pernapasan parah pada manusia. Meski ada beberapa pengobatan untuk mengurangi gejalanya, harapan hidup penderita fibrosis sistik hanya sekitar 40 tahun. Menggunakan CRISPR, para peneliti telah membuktikan kemungkinan dalam memodifikasi dan memperbaiki mutasi yang paling umum pada gen CFTR yang menyebabkan penyakit ini.

 

6.                   Distrofi otot Duchenne

Distrofi otot Duchenne (DMD) adalah penyakit bawaan yang menyebabkan kelemahan otot progresif. Penyakit ini disebabkan oleh mutasi pada gen DMD yang mengkodekan protein untuk mengontraksi otot. Penelitian pada tikus tealh menunjukkan bahwa CRISPR dapat digunakan untuk memperbaiki beberapa mutasi genetik di balik penyakit ini. Baca juga: Kali Pertama, Modifikasi Gen Sembuhkan HIV pada Hewan Hidup

 

7.                   Penyakit Huntington

Penyakit Huntington adalah penyakit keturunan yang menyerang sel-sel saraf dan menyebabkan kerusakan otak. Penyakit ini disebabkan oleh adanya pengulangan pada urutan DNA tertentu di dalam gen Huntington. Para peneliti berharap untuk menyembuhkan penyakit ini dengan menggunakan CRISPR. Masalahnya, karena berada di otak, efek CRISPR yang meleset bisa menyebabkan konsekuensi serius. Untuk mengurangi risiko ini, para peneliti di Amerika Serikat pun mengembangkan KamiCas 9, versi lain dari CRISPR/Cas 9 yang bisa menghancurkan dirinya sendiri. Artinya, setelah Cas9 menjadi aktif untuk waktu yang singkat, KamiCas 9 akan mematikan enzim pembelah DNA selamanya.

Kromatida 



@) Sumber “Kompas.com

 

 

PERBEDAAN BIOTEKNOLOGI KONVENSIONAL DAN MODERN

9:02:00 PM Add Comment

      

Perbedaan Bioteknologi modern dan konvensional


Kali ini kita akan membahas tentang perbedaan dan persamaan serta contoh dari bioteknologi konvensional dan bioteknologi modern yang seharusnya teman-teman sudah mengetahuinya.

Untuk bisa mengetahui perbedaan antara bioteknologi konvensional dan bioteknologi modern, maka terlebih dahulu kita harus mengetahui pengertian bioteknologi konvensional terdahulu dan kemudian kita akan bahas mengenai bioteknologi modern.

Bioteknologi Konvensional

        Pengertian dari bioteknologi konvensional merupakan bioteknologi yang di dalam pelaksanaannya masih memanfaatkan mikroba atau organisme yang bisa menghasilkan sebuah produk. Seperti senyawa kimia atau produk lain dengan memanfaatkan aktivitas mikroba dan belum menggunakan enzim.

        Ciri dari bioteknologi konvensional diantaranya sudah dikenal sejak awal peradaban manusia. Jenis bioteknologi ini menggunakan langsung hasil yang diproduksi oleh mikroorganisme maupun organisme berupa senyawa kimia atau bahan pangan tertentu yang memberikan manfaat untuk manusia.

        Mikroorganisme yang digunakan relatif terbatas dan peralatan yang dipakai juga sederhana. Inilah yang menjadi perbedaan bioteknologi konvensional dan modern. Contoh dari bioteknologi konvensional diantaranya adalah pembuatan tape, kecap, tempe, dan tuak. Di dalam bioteknologi konvensional, umumnya proses produksi ini hanya memanfaatkan mikroorganisme seperti jamur dan bakteri.


Bioteknologi Modern

        Setelah mengetahui pengertian dan contoh bioteknologi konvensional, maka akan lebih baik bila anda juga mengetahui seperti apa bioteknologi modern itu. Tujuannya agar anda bisa mengetahui perbedaan dari keduanya.

        Umumnya bioteknologi modern dilakukan dengan memanfaatkan peralatan yang lebih canggih atau lebih modern. Diproduksi dalam jumlah besar serta menerapkan prinsip-prinsip ilmiah. Disamping memanfaatkan mikroorganisme bioteknologi modern juga bisa menggunakan bagian tubuh organisme seperti hewan dan tumbuhan. Ini menjadi salah satu perbedaan bioteknologi konvensional dan modern berdasarkan dari bahan pembuatannya.

        Bioteknologi modern merupakan bioteknologi yang menggunakan biologi sel dan molekuler agar bisa menghasilkan produk yang bermanfaat bagi manusia. Penerapan bioteknologi modern berdasarkan pada rekayasa biokimia dan rekayasa genetika.

        Rekayasa genetika merupakan sebuah metode pengambilan gen tertentu agar bisa menghasilkan organisme yang memiliki kelebihan atau keunggulan secara genetik. Sementara yang dimaksud dengan rekayasa biokimia misalnya pada penggunaan tangki reaktor yang bisa menumbuhkan mikroorganisme dalam proses biologis tertentu. Supaya tidak terkontaminasi oleh mikroorganisme yang lain.

        Perbedaan bioteknologi konvensional dan modern juga terlihat pada ciri-cirinya. Adapun berbagai macam ciri bioteknologi modern diantaranya mulai berkembang sejak ditemukannya DNA. Organisme atau mikroorganisme yang digunakan bertujuan untuk memperbaiki serta meningkatkan kinerja genetik dari suatu organisme yang bermanfaat bagi manusia.

        Dalam bioteknologi modern, peralatan yang digunakan lebih modern dan canggih. Pemanfaatan mikroorganisme juga telah menerapkan teknologi yang modern. Berbagai macam contoh produk bioteknologi modern diantaranya adalah pada produksi asam amino, vaksin, pengolah limbah, obat pembasmi hama tanaman, serta penghasil logam.

        Perbedaan bioteknologi konvensional dan modern membuktikan bahwa ilmu bioteknologi sudah lama dikenal. Sampai saat ini teknologi sudah mengalami perkembangan yang cukup pesat. Bahkan di zaman yang serba modern ini, manfaat bioteknologi tidak dapat dipungkiri bagi manusia.

Unggulan Post

Warna Feses Bisa Menunjukkan Kondisi Kesehatan Anda.

Karikatur Fese dalam usus manusia  Feses merupakan hasil kotoran dari proses pencernaan. Kotoran ini terdiri dari sisa-sisa makanan yang tid...