Ular Piton Putih Keemasan dan Klasifikasinya

8:30:00 PM Add Comment

 

Ular Piton

Ular piton atau yang juga biasa disebut ular sanca merupakan salah satu ular dari famili Pythonida. Salah satu jenis dari ular ini memiliki nama latin Malayopython reticulatus, yaitu sanca kembang. Sebaran ular sanca meliputi Afrika, Australia, Amerika, Asia, termasuk Indonesia. Piton merupakan ular tidak berbisa dengan panjang antara 1,5 meter hingga 6,5 meter, sedangkan untuk beratnya 1 kg hingga 75 kg. Ular piton umumnya ditemukan di padang rumput, hutan tropis ataupun perairan air tawar.  Pada beberapa kasus, ular piton diketahui memangsa manusia meski sebenarnya mangsa utama mereka bukanlah manusia. Sebab ular sanca umumnya memangsa burung, tikus, babi hutan, rusa ataupun monyet. Sedangkan jika hidup di sekitar pemukiman manusia, maka mereka akan memangsa anjing, kucing, ayam serta hewan ternak lainnya. Gaya berburu dari ular piton yaitu dengan menangkap mangsanya kemudian melilit kuat mangsanya hingga kehabisan nafas. Ular piton juga kerap menyerang mangsanya dengan cara melilit hingga tulang dada serta panggul remuk sehingga ini memudahkan ular piton untuk menelannya.

 1.      Taksonomi

Secara umum, ular sanca adalah anggota dari famili Pythonidae dengan klasifikasi sebagai berikut:

Kerajaan         

Filum  

Kelas  

Ordo   

Upaordo         

Infraordo        

Famili 

Animalia

Chordata

Reptilia

Squamata

Serpentes

Alethinophidia

Pythonidae

1.       

2.      Habitat & Sebaran

Tempat tinggal ular piton adalah kawasan hutan hujan tropis, sungai, hingga padang rumput. Reptil melata ini tersebar meliputi Afrika Sub-Sahara, Nepal, India, Sri Lanka, Myanmar, Tiongkok selatan, Asia Tenggara, serta mulai Filipina ke selatan hingga Indonesia, Papua Nugini, dan Australia. Di Amerika Serikat, terdapat salah satu spesies sanca, yaitu Python bivittatus atau sanca bodo yang menjadi spesies invasif sejak tahun 1990an.

 

3.      Ciri & Karakteristik

Meski piton dikenal sebagai ular ganas, namun ular ternyata memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

a)    piton adalah ulat tidak berbisa

b)   piton tidak mampu melihat sekelilingnya secara jelas

c)    piton tidak bisa mendengar atau tuli

d)   piton mampu mendeteksi suhu disekitarnya

e)    piton sangat ahli mendeteksi gerakan

f)    piton akan memangsa sesuai dengan kebutuhan kalorinya

g)   Ular sanca mempunyai gigi tajam yang melengkung ke belakang,

h)   jumlah empat baris pada rahang atas,

i)     serta dua di rahang bawah.

j)     Gigi tersebut digunakan untuk menangkap mangsa kemudian melilitnya dengan sangat kuat hingga jantung mangsanya berhenti.

 

4.      Jenis Ular Piton

Menurut Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), ada 13 jenis ular piton yang hidup di Indonesia, antara lain:

1)             Ular Sanca Batik

          Ular piton jenis sanca batik memiliki pola sisik menyerupai batik. Ular ini tersebar di seluruh Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Ular sanca batik adalah salah satu reptil terpanjang di dunia dengan panjang mencapai 8 meter.

 

2)             Ular Sanca Bodo / Phyton Burma

          Ular piton jenis ini keberadaannya cukup langka karena sulit ditemukan di hutan yang menjadi habitat aslinya. Oleh karena kelangkaannya, seringkali membuat ular ini diperdagangkan.

 

3)             Ular Sanca Darah

          Ular sanca darah dapat ditemukan di kawasan hutan Sumatera. Karakteristik dari ular ini adalah bertubuh yang pendek dengan panjang maksimal sekitar 3 meter. Ular ini cenderung gemuk, warna tubuhnya kemerahan menyerupai darah sehingga disebut sebagai ular sanca darah.

 

4)             Ular Sanca Bulan

          Spesies piton ini hidup di hutan pegunungan Papua, tepatnya pada ketinggian lebih dari 1.750 meter di atas permukaan laut. Warna ular piton sanca bulan cenderung kehitaman dengan panjang tubuh dewasa sekitar 3 meter. Karena termasuk piton pendek, maka mangsa utamanya adalah reptil kecil.

 

5)             Ular Sanca Hijau

          Jenis piton hijau mempunya sisik berwarna hijau terang. Ukuran tubuhnya tidak terlalu panjang dan seringkali ditemukan di pepohonan. Warnanya yang hijau terkadang menyamarkan diri dari dedaunan. Habitat sanca hijau adalah kawasan hutan di Papua.

 

6)             Ular Piton Halmahera

          Ular piton jenis ini mirip dengan sanca permata, namun hanya tersebar di wilayah Halmahera meliputi Ternate, Tidore hingga Tanibar.

 

7)             Ular Piton Maluku

          Karakteristik utama dari ular piton maluku adalah warna tubuhnya yang cokelat terang. Sebaran utamanya berada di kawasan Maluku dan sekitarnya.

 

8)             Ular Sanca Pelangi

          Tidak seperti namanya, sebeanrnya sanca pelangi memiliki warna cokelat, tetapi akan menyerupai pelangi bila terkena sinar matahari. Ular piton jenis ini aktif hanya pada malam hari, sedangkan pada siang hari biasanya ular ini akan bersembunyi di vegetasi atau di sekitar sungai.

 

9)             Ular Sanca Mata Putih

          Seperti namanya, ular piton mata putih mempunyai mata berwarna putih. Panjang tubuhnya hanya sekitar 1,5 meter. Ular ini seringkali disebut sebagai ular piton terkecil di dunia. Mangsa piton jenis ini adalah tikus dan hewan lain berukuran sedang. Sebaran utama sanca putih berada di daerah Papua.

 

10)         Ular Sanca Cokelat

          Piton jenis ini memiliki kulit sisik berwarna cokelat yang tampak mengkilap bila terkena cahaya. Panjang ular sanca cokelat tidak lebih dari 2,5 meter. Habitat ular piton cokelat adalah pedalaman hutan Papua.

 

11)         Ular Darah Hitam

          Ular piton darah hitam tersebar di kawasan Sumatera. Ular ini memiliki ciri tubuh pendek. Warna tubuhnya cenderung gelap dan menjadi salah satu incaran pedagang kulit hewan. Alasannya adalah karena ular ini mempunyai kulit dengan pola menarik untuk bahan dasar tas, sepatu dan aksesoris lainnya.

 

12)         Ular Piton Puraca

          Piton puraca memiliki warna kulit dominan cokelat dengan ukuran panjang sekitar 3 meter. Ular ini seringkali disebut sebagai ripung atau lipung.

 

13)         Ular Sanca Permata

          Sanca permata dapat dijumpai di hutan-hutan di Papua. Karakteristik utama dari ular ini adalah warna kulitnya yang terang menyerupai permata. Ular ini menjadi ular sanca terpanjang yang pernah ditemukan di Indonesia, yakni sepanjang 8,5 meter. Ukuran tersebut terbilang langka karena biasanya ukurannya hanya mencapai 5 meter.

 

 


Tahapan Pembuatan Gula Pasir Dengan Tebu

7:40:00 PM Add Comment

 

Pembuatan Gula dari Tebu 

Tebu adalah tanaman yang ditanam untuk bahan baku gula. Tebu ini termasuk jenis rumput-rumputan. Tanaman tebu dapat tumbuh hingga 3 meter di kawasan yang mendukung. Umur tanaman sejak ditanam sampai bisa dipanen mencapai kurang lebih 1 tahun. Tebu dapat dipanen dengan cara manual atau menggunakan mesin-mesin pemotong tebu. Daun kemudian dipisahkan dari batang tebu, kemudian baru dibawa kepabrik untuk diproses menjadi gula.

Tahapan-tahapan dalam proses pembuatan gula dimulai dari :

1.      Penanaman tebu,

2.      Proses ektrasi,

3.      Pembersihan kotoran,

4.      Penguapan,

5.      Kritalisasi,

6.      Afinasi,

7.      Karbonasi,

8.      Penghilangan warna,

9.      Proses pengepakan

10.  Sampai ketangan konsumen.

 

1.      Ekstraksi

Tahap pertama pembuatan gula tebu adalah ekstraksi jus atau sari tebu. Caranya dengan menghancurkan tebu dengan mesin penggiling untuk memisahkan ampas tebu dengan cairannya. Cairan tebu kemudian dipanaskan dengan boiler. Jus yang dihasilkan masih berupa cairan yang kotor: sisa-sisa tanah dari lahan, serat-serat berukuran kecil dan ekstrak dari daun dan kulit tanaman, semuanya bercampur di dalam gula.


2.      Ekstraksi

Jus dari hasil ekstraksi mengandung sekitar 50 % air, 15% gula dan serat residu, dinamakan bagasse, yang mengandung 1 hingga 2% gula. Dan juga kotoran seperti pasir dan batu-batu kecil dari lahan yang disebut sebagai “abu”.

 

 

3.      Pengendapan kotoran dengan kapur (Liming)

Jus tebu dibersihkan dengan menggunakan semacam kapur (slaked lime) yang akan mengendapkan sebanyak mungkin kotoran , kemudian kotoran ini dapat dikirim kembali ke lahan. Proses ini dinamakan liming. Jus hasil ekstraksi dipanaskan sebelum dilakukan liming untuk mengoptimalkan proses penjernihan. Kapur berupa kalsium hidroksida atau Ca(OH)2 dicampurkan ke dalam jus dengan perbandingan yang diinginkan dan jus yang sudah diberi kapur ini kemudian dimasukkan ke dalam tangki pengendap gravitasi: sebuah tangki penjernih (clarifier). Jus mengalir melalui clarifier dengan kelajuan yang rendah sehingga padatan dapat mengendap dan jus yang keluar merupakan jus yang jernih. Kotoran berupa lumpur dari clarifier masih mengandung sejumlah gula sehingga biasanya dilakukan penyaringan dalam penyaring vakum putar (rotasi) dimana jus residu diekstraksi dan lumpur tersebut dapat dibersihkan sebelum dikeluarkan, dan hasilnya berupa cairan yang manis. Jus dan cairan manis ini kemudian dikembalikan ke proses.

 

4.      Penguapan (Evaporasi)

Setelah mengalami proses liming, proses evaporasi dilakukan untuk mengentalkan jus menjadi sirup dengan cara menguapkan air menggunakan uap panas (steam). Terkadang sirup dibersihkan lagi tetapi lebih sering langsung menuju ke tahap pembuatan kristal tanpa adanya pembersihan lagi. Jus yang sudah jernih mungkin hanya mengandung 15% gula tetapi cairan (liquor) gula jenuh (yaitu cairan yang diperlukan dalam proses kristalisasi) memiliki kandungan gula hingga 80%. Evaporasi dalam ‘evaporator majemuk’ (multiple effect evaporator) yang dipanaskan dengan steam merupakan cara yang terbaik untuk bisa mendapatkan kondisi mendekati kejenuhan (saturasi).

 

5.      Pendidihan/ Kristalisasi

Pada tahap akhir pengolahan, sirup ditempatkan ke dalam wadah yang sangat besar untuk dididihkan. Di dalam wadah ini air diuapkan sehingga kondisi untuk pertumbuhan kristal gula tercapai. Pembentukan kristal diawali dengan mencampurkan sejumlah kristal ke dalam sirup. Sekali kristal terbentuk, kristal campur yang dihasilkan dan larutan induk (mother liquor) diputar di dalam alat sentrifugasi untuk memisahkan keduanya, bisa diumpamakan seperti pada proses mencuci dengan menggunakan pengering berputar. Kristal-kristal tersebut kemudian dikeringkan dengan udara panas sebelum disimpan. Larutan induk hasil pemisahan dengan sentrifugasi masih mengandung sejumlah gula sehingga biasanya kristalisasi diulang beberapa kali. Sayangnya, materi-materi non gula yang ada di dalamnya dapat menghambat kristalisasi. Hal ini terutama terjadi karena keberadaan gula-gula lain seperti glukosa dan fruktosa yang merupakan hasil pecahan sukrosa. Olah karena itu, tahapan-tahapan berikutnya menjadi semakin sulit, sampai kemudian sampai pada suatu tahap di mana kristalisasi tidak mungkin lagi dilanjutkan. Sebagai tambahan, karena gula dalam jus tidak dapat diekstrak semuanya, maka terbuatlah produk samping (byproduct) yang manis: molasses. Produk ini biasanya diolah lebih lanjut menjadi pakan ternak atau ke industri penyulingan untuk dibuat alkohol (etanol) . Belakangan ini molases dari tebu di olah menjadi bahan energi alternatif dengan meningkatkan kandungan etanol sampai 99,5%.

 

6.      Penyimpanan

Gula kasar yang dihasilkan akan membentuk gunungan coklat lengket selama penyimpanan dan terlihat lebih menyerupai gula coklat lunak yang sering dijumpai di dapur-dapur rumah tangga. Gula ini sebenarnya sudah dapat digunakan, tetapi karena kotor dalam penyimpanan dan memiliki rasa yang berbeda maka gula ini biasanya tidak diinginkan orang. Oleh karena itu gula kasar biasanya dimurnikan lebih lanjut ketika sampai di negara pengguna.

 

7.      Afinasi (Affination)

Tahap pertama pemurnian gula yang masih kasar adalah pelunakan dan pembersihan lapisan cairan induk yang melapisi permukaan kristal dengan proses yang dinamakan dengan “afinasi”. Gula kasar dicampur dengan sirup kental (konsentrat) hangat dengan kemurnian sedikit lebih tinggi dibandingkan lapisan sirup sehingga tidak akan melarutkan kristal, tetapi hanya sekeliling cairan (coklat). Campuran hasil (‘magma’) di-sentrifugasi untuk memisahkan kristal dari sirup sehingga kotoran dapat dipisahkan dari gula dan dihasilkan kristal yang siap untuk dilarutkan sebelum proses karbonatasi. Cairan yang dihasilkan dari pelarutan kristal yang telah dicuci mengandung berbagai zat warna, partikel-partikel halus, gum dan resin dan substansi bukan gula lainnya. Bahan-bahan ini semua dikeluarkan dari proses.

 

8.       Karbonatasi

Tahap pertama pengolahan cairan (liquor) gula berikutnya bertujuan untuk membersihkan cairan dari berbagai padatan yang menyebabkan cairan gula keruh. Pada tahap ini beberapa komponen warna juga akan ikut hilang. Salah satu dari dua teknik pengolahan umum dinamakan dengan karbonatasi. Karbonatasi dapat diperoleh dengan menambahkan kapur/ lime [kalsium hidroksida, Ca(OH)2] ke dalam cairan dan mengalirkan gelembung gas karbondioksida ke dalam campuran tersebut. Gas karbondioksida ini akan bereaksi dengan lime membentuk partikel-partikel kristal halus berupa kalsium karbonat yang menggabungkan berbagai padatan supaya mudah untuk dipisahkan. Supaya gabungan-gabungan padatan tersebut stabil, perlu dilakukan pengawasan yang ketat terhadap kondisi-kondisi reaksi. Gumpalan-gumpalan yang terbentuk tersebut akan mengumpulkan sebanyak mungkin materi-materi non gula, sehingga dengan menyaring kapur keluar maka substansi-substansi non gula ini dapat juga ikut dikeluarkan. Setelah proses ini dilakukan, cairan gula siap untuk proses selanjutnya berupa penghilangan warna. Selain karbonatasi, teknik yang lain berupa fosfatasi. Secara kimiawi teknik ini sama dengan karbonatasi tetapi yang terjadi adalah pembentukan fosfat dan bukan karbonat. Fosfatasi merupakan proses yang sedikit lebih kompleks, dan dapat dicapai dengan menambahkan asam fosfat ke cairan setelah liming seperti yang sudah dijelaskan di atas.

 

9.      Penghilangan warna

Ada dua metoda umum untuk menghilangkan warna dari sirup gula, keduanya mengandalkan pada teknik penyerapan melalui pemompaan cairan melalui kolom-kolom medium. Salah satunya dengan menggunakan karbon teraktivasi granular [granular activated carbon, GAC] yang mampu menghilangkan hampir seluruh zat warna. GAC merupakan cara modern setingkat “bone char”, sebuah granula karbon yang terbuat dari tulang-tulang hewan. Karbon pada saat ini terbuat dari pengolahan karbon mineral yang diolah secara khusus untuk menghasilkan granula yang tidak hanya sangat aktif tetapi juga sangat kuat. Karbon dibuat dalam sebuah oven panas dimana warna akan terbakar keluar dari karbon. Cara yang lain adalah dengan menggunakan resin penukar ion yang menghilangkan lebih sedikit warna daripada GAC tetapi juga menghilangkan beberapa garam yang ada. Resin dibuat secara kimiawi yang meningkatkan jumlah cairan yang tidak diharapkan. Cairan jernih dan hampir tak berwarna ini selanjutnya siap untuk dikristalisasi kecuali jika jumlahnya sangat sedikit dibandingkan dengan konsumsi energi optimum di dalam pemurnian. Oleh karenanya cairan tersebut diuapkan sebelum diolah di panci kristalisasi.

 

10.  Pendidihan

Sejumlah air diuapkan di dalam panci sampai pada keadaan yang tepat untuk tumbuhnya kristal gula. Sejumlah bubuk gula ditambahkan ke dalam cairan untuk mengawali/memicu pembentukan kristal. Ketika kristal sudah tumbuh campuran dari kristal-kristal dan cairan induk yang dihasilkan diputar dalam sentrifugasi untuk memisahkan keduanya. Proses ini dapat diumpamakan dengan tahap pengeringan pakaian dalam mesin cuci yang berputar. Kristal-kristal tersebut kemudian dikeringkan dengan udara panas sebelum dikemas dan/ atau disimpan siap untuk didistribusikan.




Apa itu COVID-19 dan OMICRON ?

6:26:00 PM Add Comment
Omicron
Omicron 

Salah satu penelitian mengenai obat COVID-19 menunjukkan hasil menggembirakan. Glenmark Pharmaceuticals, perusahaan farmasi global yang menggandeng Sanotize Research & Development Corp, mengumumkan kabar gembira dari uji klinis fase 3 Nitric Oxide Nasal Spray (NONS) atau yang dikenal di Indonesia dengan nama Enovid Nose Sanitizer. Seperti dilansir dari Antara Kamis 10 Februari 2022, hasil baik ini berdasar pengujian Enovid Nose Sanitizer yang dilakukan pada pasien dewasa COVID-19 di 20 lokasi di India. Fase ke-3 ini mengevaluasi kemanjuran dan keamanan Enovid Nose Sanitizer dibandingkan semprotan hidung saline pada pasien dewasa.

Percobaan juga menganalisis pasien dengan risiko peningkatan gejala- pasien yang tidak divaksinasi, pasien dalam kelompok usia menengah dan lebih tua, dan pasien dengan penyakit penyerta atau komorbid. Enovid Nose Sanitizer yang di India diberi nama Fabispray, ternyata menghasilkan "fresh nitric oxide" saat disemprotkan ke hidung, dirancang untuk membunuh virus COVID-19 di saluran pernapasan atas. Nitric Oxide Nasal Spray (NONS) ketika disemprotkan di atas mukosa hidung bertindak sebagai penghalang dan pembunuh virus, pencegah inkubasi dan penyebaran virus ke paru-paru.

Hasilnya, jangka waktu penyembuhan COVID-19 untuk pasien yang diberikan Enovid rata-rata adalah empat hari dibandingkan dengan 8 hari pada kelompok plasebo (tidak diberikan Enovid). Penggunaan Enovid aman dan ditoleransi dengan baik oleh pasien. Tidak ada pasien yang mengalami efek samping sedang, berat, serius atau kematian dalam penelitian ini. Dr. Monika Tandon, Wakil Presiden Senior & Kepala - Pengembangan Klinis, Glenmark Pharmaceuticals Ltd., dalam siaran pers pada Kamis mengatakan bahwa hasil dari uji coba Fase 3 ini sangat memberi dampak yang bagus. "Demonstrasi pengurangan viral load memiliki dampak yang sangat membantu. Dalam skenario ini, dengan varian baru yang muncul menunjukkan transmisibilitas tinggi, Enovid memberikan opsi yang berguna dalam perjuangan India melawan COVID-19," katanya. 

Sementara itu, Dr. Gilly Regev selaku Co-Founder dan CEO Sanotize mengatakan hasil uji klinis selanjutnya memperkuat kemanjuran produk seperti yang ditunjukkan oleh uji coba Fase 2 di Inggris - dengan mitra globalnya, Glenmark, untuk melawan COVID-19.

 

Varian Baru Covid-19  (OMICRON)

Ahli virus dari Universitas Udhayana, Prof I Gusti Ngurah Kadek Mahardika mengatakan sejauh ini belum ada data klinis yang menunjukkan varian baru ini membuat gejala berat pada pasien. Bagaimanapun, kemungkinan varian baru "lebih ganas dan kurang ganas" terhadap tubuh manusia. "Potensinya dua, yaitu lebih ganas dan kurang ganas. Jadi perubahan itu selalu dua arah, tak pernah satu arah," kata Prof I Gusti Ngurah Kadek Mahardika. Untuk mengetahui hal tersebut diperlukan data lebih lanjut seperti uji tantang pada hewan coba, termasuk "data klinis dari pasien, baru kita bisa berasosiasi dengan patologi dan gejala klinis, dan juga keganasan virus". Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan sejauh ini dampak dari varian baru Covid-19 ini belum terkonfirmasi.

Kemenkes mencatat sembilan negara terkonfirmasi varian Omicron dengan 128 kasus. Di antaranya sebagian negara bagian Afrika Selatan, Hongkong, Inggris, Italia, dan Belgia. "Jadi total 13 negara. Sembilan pasti ada. Empat masih kemungkinan ada," kata Menkes Budi. Untuk negara-negara yang sudah terkonfirmasi ada, yang paling banyak penerbangan ke Indonesia adalah "Hongkong, Italia, Inggris, baru Afrika Selatan." "Untuk negara-negara yang kemungkinan ada, paling besar dari Belanda, Jerman," kata Menkes Budi.

Sumber : Tempo & BBC






Bahaya Sindrom Burnout dan Cara Mengatasinya

1:58:00 PM Add Comment

 Burnout merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan kondisi stres berat yang dipicu oleh pekerjaan. Burnout tidak boleh dibiarkan berlarut-larut dan perlu diatasi dengan tepat karena dapat memengaruhi kesehatan fisik dan mental. Siapa saja bisa mengalami burnout. Namun, kondisi ini lebih banyak terjadi pada orang yang sering memaksa diri untuk terus bekerja, kurang mendapatkan apresiasi pekerjaan dari atasan, memiliki beban kerja yang berat, atau memiliki pekerjaan yang monoton.

 Burnout dipicu oleh stres berat di tempat kerja yang tidak teratasi sehingga membuat penderitanya kehilangan semangat bekerja, bahkan kehilangan minat untuk berinteraksi dengan lingkungan sosialnya.


A.    Ciri-Ciri Burnout

Setiap orang tentu pernah merasa kelelahan dan stres dalam bekerja. Akan tetapi, seorang yang mengalami burnout cenderung akan merasakan atau menampakkan ciri-ciri berikut ini:

1)      Hilangnya semangat bekerja dan kelelahanSalah satu ciri burnout adalah hilangnya           semangat bekerja dan minat terhadap pekerjaan yang sedang dikerjakan. Tetap bekerja   tanpa adanya semangat dapat menguras banyak energi sehingga memicu kelelahan.

2)      Benci dengan pekerjaan yang digeluti Burnout bisa menyebabkan stres dan frustrasi saat      bekerja. Ini membuat seseorang menjadi sulit berkonsentrasi, merasa tidak kompetenterbebani, dan akhirnya membenci pekerjaan yang sedang ia geluti.

3)      Performa kerja menurunBurnout juga bisa menyebabkan performa kerja menurun. Hal ini dipicu oleh hilangnya minat terhadap pekerjaan yang sedang digeluti, sehingga hasil yang didapat menjadi kurang memuaskan.

4)      Mudah marah Orang yang sedang merasakan burnout cenderung akan mudah untuk marah, apalagi jika semuanya tidak berjalan sesuai dengan ekspektasi. Ditambah lagi, performa kerja yang menurun dapat menyebabkan pekerjaan terus menumpuk. Hal ini dapat memicu stres dan emosi yang membuat penderita burnout jadi lebih sensitif.

5)      Menarik diri dari lingkungan social Stres dan frustrasi akan pekerjaan membuat penderita burnout bersikap sinis terhadap orang-orang yang bekerja dengan mereka. Pekerjaan yang digelutinya dianggap sebagai beban hidup sehingga membuat mereka enggan atau berhenti bersosialisasi dengan rekan kerja, teman, maupun anggota keluarga yang terlibat dalam pekerjaan tersebut.

6)      Mudah sakit Burnout yang terjadi secara berkepanjangan atau tidak diatasi dengan baik dapat membuat imunitas tubuh menurun. Kondisi ini dapat membuat seseorang rentan terkena flu, pilek, sakit kepala, dan sakit perut. Selain itu, risiko untuk alami gangguan tidur, gangguan kecemasan, dan depresi dapat meningkat.

 

B.     Cara Mengatasi Burnout

Burnout yang tidak teratasi dengan baik dapat berdampak buruk terhadap kesehatan fisik dan mental. Oleh karena itu, jika gejala atau ciri-ciri burnout muncul, Anda disarankan untuk mengatasinya dengan langkah-langkah berikut ini:

1)      Buat prioritas Buatlah prioritas pekerjaan dari yang penting ke yang kurang penting. Dengan begitu, Anda tahu mana yang perlu dikerjakan terlebih dahulu, sehingga energi yang terkuras tidak terlalu banyak.

2)      Bicarakan dengan atasan Komunikasikan dengan atasan mengenai kerisauan yang Anda rasakan. Saat Anda diberikan pekerjaan yang terlalu banyak, ungkapkan bahwa pekerjaan tersebut membuat Anda terbebani dan membutuhkan bantuan orang lain untuk menyelesaikannya. Jika atasan Anda yang menjadi pemicu burnout di tempat kerja, coba ajak bicara bagian departemen sumber daya manusia (HRD) mengenai hal tersebut. Mereka mungkin akan mencarikan solusi yang tepat, misalnya memindahkan Anda ke tim yang lain.

3)      Kurangi ekspektasi dan berikan apresiasi terhadap diri sendiri Atur pola pikir dan bersikaplah realistis, sehingga Anda dapat menurunkan ekspektasi terhadap pekerjaan yang tengah dikerjakan. Dengan begitu, kecemasan dan stres di tempat kerja dapat berkurang. Selain itu, jangan lupa untuk memberi apresiasi terhadap diri sendiri terhadap prestasi yang pernah dicapai.

4)      Ceritakan kepada orang yang dapat dipercaya Coba ceritakan apa yang Anda rasakan kepada orang-orang terdekat yang dapat Anda percaya. Meski tidak selalu mendapatkan solusi, cara ini dapat membantu melepaskan emosi negatif dan mengurangi stres pekerjaan.

5)      Jaga keseimbangan hidup Jaga keseimbangan hidup dengan baik. Anda juga perlu untuk bersantai dan melupakan pekerjaan sejenak dengan pergi bersama teman atau melakukan hal yang disukai seusai jam kerja berakhir. Ini dapat membuat pikiran kembali jernih dan Anda siap untuk bekerja kembali keesokan harinya. Jika memungkinkan, ambil cuti dan pergilah berlibur, karena ini juga dapat membuat pikiran Anda kembali jernih, semangat, dan termotivasi kembali.

6)      Ubah gaya hidup Terapkan gaya hidup sehat dengan cara mengonsumsi makanan sehat, rutin berolahraga, dan tidur yang cukup. Hal-hal ini dapat mendukung tubuh yang sehat dan pikiran yang lebih mudah fokus, sehingga menurunkan risiko terjadinya burnout.

Burnout dalam pekerjaan tidak hanya berpengaruh pada hasil kerja Anda, tapi juga dapat meregangkan hubungan dengan orang-orang di sekitar Anda dan menurunkan kesehatan Anda. Oleh karena itu, apabila ciri-ciri burnout muncul, segera atasi dengan cara-cara di atas. Jika cara tersebut telah diterapkan tapi Anda masih tetap mengalami burnout, coba berkonsultasi kepada psikolog untuk mendapatkan penanganan yang tepat atau mungkin pertimbangkan peluang kerja di perusahaan lain.

 

Sudah Lanjut Umur Butuh Gizi Ini

9:07:00 PM Add Comment

Mapiha
Ilustrasi 

        Karbohidrat adalah sumber energi yang utama (contohnya beras, jagung, kentang, singkong dll). Protein sebagai dasar pembentukan struktur tubuh, pertumbuhan dan perbaikan jaringan (contohnya : ikan, daging sapi, ayam, telur, udang dll). Lemak mempertahankan fungsi tubuh dan membantu penyerapan vitamin A, D, E, K (contohnya minyak, margarine, mentega). Vitamin dan mineral merupakan kebutuhan untuk pertahanan tubuh dari penyakit (contohnya : buah-buahan dan sayur-sayuran). Cairan, kebutuhan cairan pada lansia perlu diseimbangkan adar tidak terjadi penumpukan cairan dalam tubuh maupun kekurangan cairan (dehidrasi), (contohnya air putih, teh manis, susu, sup, kuah sayur dll).  

 Faktor yang mempengaruhi kebutuhan nutrisi pada lansia seperti berkurangnya kemampuan mencerna makanan akibat kerusakan gigi atau ompong. Berkurangnya indera pengecapan mengakibatkan penurunan terhadap cita rasa manis, asin, asam, dan pahit. Esophagus/kerongkongan mengalami pelebaran. Rasa lapar menurun, asam lambung menurun. Gerakan usus atau gerak peristaltic lemah dan biasanya menimbulkan konstipasi. Penyerapan makanan di usus menurun.

 Batasi makanan dengan kadar gula yang tinggi untuk lansia. Mengkonsumsi makanan yang bervariasi sesuai dengan kondisi dan kebutuhan. Meningkatkan frekuensi makan dalam sehari dengan kudapan (makanan snack/selingan) di antara makan porsi besar (3 kali makan pokok + 3 x makanan selingan). Mengkonsumsi makanan yang berprotein tinggi seperti ikan, putih telur, kacang-kacangan dan susu.

 Mendesain menu sesuai dengan keinginginan atau mengubah tekstur makanan menjadi lebih lembut sesuai dengan kemampuan mengunyah dan menelan. Memberikan suasana yang menyenangkan saat makan seperti makan bersama keluarga. Sebaiknya olah makanan dengan cara dikukus, direbus, atau dipanggang. Mengurangi makanan yang digoreng. Batasi makanan yang manis atau mengandung kadar gula tinggi. Batasi makanan yang terlalu pedas dan terlalu asin. Cukup konsumsi air putih dalam sehari

*) Oleh : Dr. Engga Demartha

EPIDEMIOLOGI PENYAKIT JANTUNG KORONER

3:48:00 PM Add Comment


Ilustrasi jantung koroner


Penyakit ini merupakan penyebab nomor satu dari serangan jantung dimana pada beberapa orang dapat menyebabkan kematian, penyempitan pada pembuluh darah koroner membuat darah tidak dapat diantar menuju otot jantung dengan semestinya. Arteri yang sempit, karena timbunan plak yang mengeras akan membuat suplai oksigen ke jantung terhambat, akibatnya jantung mengalami kontraksi mendadak yang memicu serangan jantung.




Terdapat beberapa jenis penyakit jantung bawaan, di antaranya adalah:

v  Stenosis katup aorta.

v  Stenosis katup pulmoner.

v  Anomali Ebstein (AE).

v  Transposisi arteri besar (TAB).

v  Koartktasio aorta.

v  Patent ductus arteriosus (PDA).

v  Truncus arteriosus.

v  Defek atau kecacatan pada septum.

v  Tetralogy of Fallot (ToF). 



Unggulan Post

Warna Feses Bisa Menunjukkan Kondisi Kesehatan Anda.

Karikatur Fese dalam usus manusia  Feses merupakan hasil kotoran dari proses pencernaan. Kotoran ini terdiri dari sisa-sisa makanan yang tid...